Rangkiangsumbar – Suasana pagi di Asrama Haji Tabing Padang, Jumat (17/4), terasa berbeda dari biasanya. Di tengah kesibukan yang kian meningkat, puluhan petugas tampak bersiap mengikuti satu momen penting: pengukuhan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Padang.
Sebanyak 25 orang resmi dilantik, menandai dimulainya fase krusial dalam persiapan haji tahun 2026. Pelantikan ini bukan sekadar seremoni. Dilaksanakan serentak secara daring bersama seluruh Indonesia, momentum tersebut menjadi penanda bahwa roda besar penyelenggaraan ibadah haji mulai bergerak. Embarkasi Padang pun bersiap menyambut ribuan tamu Allah dari Sumatera Barat dan Bengkulu.
Tahun ini, sekitar 3.900 jemaah akan dilayani, terbagi dalam 14 kelompok terbang (kloter). Angka itu bukan sekadar statistik di baliknya ada ribuan harapan, doa, dan perjalanan spiritual yang telah lama dinanti.
Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat, Dr. H. M. Rifki, M.Ag., menyebutkan bahwa kloter pertama dijadwalkan mulai masuk asrama pada 23 April 2026, sejak pukul 06.00 WIB. Sejak saat itu, denyut pelayanan akan benar-benar terasa.
Di asrama, jemaah tidak hanya beristirahat sebelum keberangkatan. Mereka akan menjalani berbagai tahapan persiapan, mulai dari pemeriksaan hingga pembekalan akhir. Sehari berselang, pada 24 April, mereka dijadwalkan bertolak menuju Tanah Suci.
Bagi para petugas, tugas dimulai sejak langkah pertama jemaah memasuki asrama. Mereka akan mendampingi, melayani, sekaligus memastikan setiap proses berjalan lancar. Mulai dari administrasi, kesehatan, hingga kebutuhan konsumsi, semuanya harus terkelola dengan baik.
“Tujuan kita sederhana, tapi sangat penting—bagaimana jemaah bisa beribadah dengan nyaman dan kembali dengan predikat haji mabrur,” ujar Rifki.
Tahun ini juga membawa perubahan signifikan. Untuk pertama kalinya, pengelolaan haji berada di bawah Kementerian Haji dan Umrah, menggantikan peran panjang Kementerian Agama selama puluhan tahun. Peralihan ini menjadi tantangan sekaligus peluang untuk meningkatkan kualitas layanan.
Namun, Rifki menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan haji bukanlah hasil kerja satu pihak semata. Sinergi lintas instansi menjadi kunci utama agar seluruh rangkaian ibadah dapat berjalan optimal.
Di balik persiapan teknis yang terus dikebut, perhatian terhadap detail kecil juga tak luput. Pada hari yang sama, dilakukan uji kelayakan makanan untuk penerbangan haji oleh Garuda Indonesia.





