Pasaman

Warga Pasaman Angkut Jenazah Pakai Papan Katam, Minimnya Ambulans dan Fasilitas Kesehatan Jadi Sorotan

×

Warga Pasaman Angkut Jenazah Pakai Papan Katam, Minimnya Ambulans dan Fasilitas Kesehatan Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
Putra daerah Pasaman, Khairul Amri

Rangkiangsumbar – Peristiwa memilukan terjadi di Jorong Pintu Padang, Nagari Pintu Padang, Kecamatan Mapat Tunggul, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat. Warga terpaksa mengangkut jenazah menggunakan papan katam karena tidak tersedianya keranda maupun mobil ambulans untuk membawa jenazah ke lokasi pemakaman.

Kondisi tersebut sontak menjadi perhatian masyarakat setelah video dan foto proses pengangkutan jenazah beredar luas di media sosial. Dalam rekaman itu, tampak sejumlah warga bahu-membahu membawa jenazah menggunakan papan sederhana melewati medan jalan yang sulit dilalui.

Peristiwa itu disebut terjadi akibat minimnya fasilitas kesehatan dan layanan transportasi darurat di wilayah pelosok Kabupaten Pasaman. Hingga kini, masyarakat di daerah tersebut masih kesulitan mendapatkan akses ambulans saat dibutuhkan dalam kondisi darurat.

Baca Juga  Nelayan Primadona Hilang di Perairan Pasaman Barat, Basarnas Padang Kerahkan Tim Penyelamat

Warga setempat menyebut, saat keluarga membutuhkan kendaraan untuk membawa jenazah, tidak ada ambulans yang dapat digunakan.

Akibatnya, masyarakat terpaksa mencari cara seadanya agar jenazah tetap dapat dibawa menuju tempat pemakaman.

“Karena tidak ada keranda dan ambulans, warga akhirnya menggunakan papan katam untuk membawa jenazah. Ini sangat memprihatinkan,” ujar salah seorang warga setempat.

Selain keterbatasan ambulans, warga juga menyoroti kurangnya fasilitas penunjang pelayanan kesehatan lainnya di daerah tersebut. Kondisi itu dinilai menunjukkan masih belum meratanya pelayanan dasar bagi masyarakat di wilayah terpencil.

Baca Juga  Ali Muda Tinjau Pembangunan Pebahan Tebing Batang Ombak di Jorong IX Abam Pasaman

Peristiwa ini pun memunculkan sorotan tajam terhadap program ambulans gratis yang sebelumnya digaungkan pemerintah daerah.

Warga mempertanyakan sejauh mana program tersebut benar-benar berjalan dan dirasakan masyarakat hingga ke pelosok nagari.

“Lalu di mana implementasi program ambulans gratis yang selama ini disampaikan pemerintah? Ketika masyarakat benar-benar membutuhkan dalam kondisi darurat, justru fasilitas itu tidak tersedia,” ungkap seorang tokoh masyarakat setempat.