Padang

Diselamatkan Polresta Padang, Balita Diduga Jadi Korban Penganiayaan

×

Diselamatkan Polresta Padang, Balita Diduga Jadi Korban Penganiayaan

Sebarkan artikel ini
Polresta Padang Prioritaskan Keselamatan Bocah Korban Dugaan Kekerasan. Sabtu (16/5/2026).

Rangkiangsumbar- Seorang bocah laki-laki berusia dua tahun di Kota Padang diduga menjadi korban kekerasan yang dilakukan ayah kandungnya sendiri. Kondisi korban yang memprihatinkan membuat warga berinisiatif membawa anak tersebut ke Mapolresta Padang untuk meminta pertolongan.

Korban berinisial MA itu tiba di Polresta Padang dalam keadaan lemas dan penuh luka. Tubuh mungilnya terlihat dipenuhi bekas goresan, sementara pada bagian tangan dan kaki tampak luka bakar yang mengundang rasa iba dari warga maupun petugas kepolisian.

Menurut keterangan warga, kondisi korban sudah membuat mereka khawatir. Tidak tega melihat penderitaan sang anak, warga kemudian membawa MA ke kantor polisi agar segera mendapatkan penanganan medis dan perlindungan.

Baca Juga  Kuasa Hukum BSN Pertanyakan Keabsahan Penyitaan Rp17,5 Miliar dalam Praperadilan Kedua

Suasana di ruang pelayanan Polresta Padang pun mendadak hening saat petugas melihat kondisi korban. Bocah kecil itu hanya terdiam dengan tatapan kosong sambil menahan rasa sakit yang dialaminya.

Kapolresta Padang, Kombes Pol Apri Wibowo, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia mengatakan korban langsung mendapat penanganan cepat begitu tiba di Mapolresta.

“Begitu menerima laporan dan melihat kondisi korban, personel langsung bergerak. Keselamatan anak menjadi prioritas utama,” ujar Kombes Pol Apri Wibowo, Minggu (17/5).

Tanpa menunggu lama, polisi segera membawa korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Padang untuk mendapatkan perawatan medis intensif.

Baca Juga  Diresmikan Kapolda Irjen Gatot Tri Suryanta, Gedung Baru BPKB Polda Sumbar Wajah Pelayanan Publik yang Ramah dan Serba

Selama perjalanan menuju rumah sakit, korban tampak hanya terdiam di pelukan petugas. Setibanya di rumah sakit, tim medis langsung melakukan pemeriksaan menyeluruh. Saat pemeriksaan dilakukan, terlihat sejumlah luka gores di beberapa bagian tubuh korban, termasuk bekas luka bakar yang masih membekas.

Kondisi tersebut membuat sejumlah warga dan petugas yang berada di lokasi merasa sedih. Mereka tidak menyangka seorang anak yang masih balita harus mengalami penderitaan seperti itu.

Selama menjalani perawatan, korban juga mendapatkan perhatian dari personel kepolisian. Polisi membelikan kebutuhan dasar seperti susu, makanan, dan pakaian untuk membantu pemulihan kondisi korban.